Satu lagi agenda sekaligus komitmen Jurusan Teknik Industri UMS (JTI) adalah memberikan edukasi publik seperti penyelenggaraan seminar kewirausahaan (KWU), bertujuan untuk membekali mahasiswanya dengan ilmu kewirausahaan dari pakar-pakar kenamaan di bidang kewirausahaan, dan sebagai followup dari pengadaan mata kuliah berbasis KWU di JTI.
Pada tanggal 8 dan 9 Juni 2015 terselenggara dua seminar yang dikemas dalam satu paket, yaitu Seminar Industri Kreatif dengan tema “Sukses Akademis Wirausaha Melalui Industri Kreatif” di hari pertama dan Seminar Bisnis Online bertema ”Media Sosial Sebagai Peledak Bisnis” di hari kedua. Sistem satu tiket untuk dua seminar (bundling ticket) menambah inovasi tersendiri untuk strategic marketing planning sebuah acara seminar. Satu orang yang memiliki tiket berhak mendapatkan akses masuk seminar beserta masing-masing fasilitas di kedua hari tersebut. Peserta yang hadir pada hari pertama (8/6) berjumlah 208 peserta, dan peserta pada hari kedua (9/6) bertambah 3 menjadi 211 peserta, yang terdiri dari berbagai jurusan yang ada di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan peserta umum.
Pembicara yang dihadirkan untuk dua seminar tersebut pun tak tanggung-tanggung, terdapat 3 pembicara pada hari pertama dan 2 pembicara pada hari kedua yang masing-masing expert di bidangnya, yaitu:
1. Bapak Bambang Riyadi (Direktur Utama Pringsewu Group)
2. Bapak Nazaruddin Latif (Enterprenuership)
3. Ibu Turi Anggraini (Alumni TI UMS yang berbisnis di bidang industri kreatif)
4. Mas Bintang Aditama (Owner Rocku Ramen, pengusaha muda)
5. Bapak Agus Piranhamas (Pakar dan praktisi internet marketing)
Kegiatan yang merupakan komitmen Jurusan Teknik Industri kolaboratif dengan Keluarga Mahasiswa Teknik Industri ini agar membekali mahasiswa supaya dapat mengembangkan passionbisnisnya tidak hanya mengejar cita-cita bekerja formal di perusahaan jasa maupun manufaktur kelak. Fokus jurusan tersebut disambut baik oleh mahasiswa, dilihat dari banyaknya keterlibatan mahasiswa TI selain itu pembicara yang sudah berpengalaman tersebut banyak mengajak peserta untuk mengeksplorasi ide-ide bisnis mereka, sekilas Bapak Nazaruddin Latif yang sejak mahasiswa sudah mengembangkan bisnis membagi trik dan tips cara membagi konsentrasi berpikir antara kuliah dan wirausaha.
Direktur Utama Pringsewu Group yang menjadi pembicara pertama pada hari pertama seminar, Bapak Bambang Riyadi menyampaikan nilai budi dari Restoran Pringsewu yang menjadi kunci sukses Pringsewu yang kini sudah memiliki banyak cabang di kota-kota besar Indonesia. Ibu Turi Anggraini yang lain dan tidak bukan merupakan Alumni TI UMS (ALTIS) membagi tips bagaimana beliau mengembangkan usaha dari nol, gambaran nyata seorang ALTIS dapat sukses karena wirausaha tersebut menambah motivasi mahasiswa Teknik Industri khususnya.
Hari kedua seminar, pembicara yang pertama yaitu Mas Bintang Aditama merupakan owner Rocku Ramen, pengusaha muda yang sudah sukses di bidang kuliner ini, menyampaikan bahwa untuk berwirausaha tidak perlu menunggu tua, namun harus diniati dengan mantap dan mencari peluang yang ada sedini mungkin. “Mendirikan bisnis tidak memerlukan modal banyak dan sesuai keahlian, karena melalui bisnis dapat mempekerjakan orang yang sesuai bidangnya dan kita hanya mengelolanya”, sambung beliau.
Pembicara kedua yaitu Bapak Agus Piranhamas, yang merupakan pakar dan praktisi internet marketing. Melalui seminar ini beliau menyampaikan trik untuk menguasai internet marketing. Penyampaian yang dilakukan secara langsung (In place workshop), sehingga peserta seminar dapat mengikuti praktik secara langusng saat seminar berlangsung. Beliau ingin membuktikan bahwa bisnis online sangat menguntungkan apabila mengetahui cara penggunaannya, karena internet tidak terbatas oleh waktu, biaya pemasaran murah, dan mudah dalam memilih target pasar. Terdapat beberapa poin yang berkesan untuk mahasiswa, yaitu, “Untuk menjadi orang sukses jangan hanya hidup di dua tempat, yaitu di tempat duduk waktu kuliah dan tempat tidur. Tetapi ikutilah kegiatan yang positif sebagai alat pengembang diri dan jangan takut menjadi orang aneh, karena banyak orang aneh diperhatikan orang, dan yang diperhatikan orang akan mudah untuk memasarkan bisnisnya”.
Banyak materi yang telah disampaikan, dan pertanyaan yang dilontarkan. Keseluruhan pertanyaan yang muncul menunjukkan keseriusan peserta terhadap acara yang berlangsung. Meski terdapat banyak kekurangan dari panitia penyelenggara, itu dapat dijadikan evaluasi agar ke depannya lebih baik lagi.
