SURAKARTA – Ada momen menarik saat Kuliah Umum “Persiapan Menghadapi Dunia Kerja di Era Digital” di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 30 Januari 2026 lalu. Di hadapan ratusan mahasiswa, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., ditantang dengan pertanyaan kritis mengenai target ambisius pemerintah menciptakan 19 juta lapangan kerja.
Menanggapi pertanyaan Galih Pangestu, mahasiswa Teknik yang menanyakan sektor penopang dan strategi keberlanjutan target tersebut, Prof. Yassierli memaparkan lima sumber utama penciptaan lapangan kerja nasional:
- Program Prioritas Presiden: Fokus pada percepatan swasembada pangan dan energi sebagai mesin penggerak ekonomi baru.
- Pertumbuhan Industri: Mengakselerasi ekspansi sektor manufaktur dan industri yang sudah eksis.
- Produktivitas Tenaga Kerja: Menjadikan peningkatan kualitas pekerja sebagai prioritas utama kementerian agar mampu mengisi posisi strategis.
- Ekosistem Kewirausahaan: Mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja mandiri.
- Akses Kerja Global: Membuka jalur formal bagi tenaga kerja profesional Indonesia untuk berkarier di kancah internasional.

Prof. Yassierli, yang juga merupakan pakar keilmuan Teknik Industri, menekankan bahwa meskipun ada ancaman 92 juta pekerjaan yang akan hilang akibat otomatisasi pada 2030, akan muncul 170 juta pekerjaan baru di sektor ekonomi digital, kreatif, dan hijau.
Sebagai mahasiswa Teknik Industri, Anda memiliki keuntungan strategis jika mampu menguasai:
- AI & Digital Skills: Mengingat 69% pemimpin perusahaan di Indonesia tidak akan merekrut orang tanpa kemampuan AI.
- M-Shaped Competency: Menjadi ahli yang tidak hanya mendalam di satu bidang, tapi adaptif di berbagai disiplin.
- Human Skills: Mengasah critical thinking, empathy, dan leadership yang tidak bisa digantikan oleh robot.
Satu momen hangat terjadi ketika Prof. Yassierli menyapa langsung barisan mahasiswa Teknik Industri yang duduk di bagian belakang ruang seminar. Beliau mengingatkan bahwa di era digital ini, yang membedakan seorang pemenang adalah Growth Mindset—keyakinan bahwa kemampuan bisa terus dikembangkan melalui latihan dan umpan balik, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokoh bangsa BJ Habibie.
“Mahasiswa Teknik Industri harus menjadi unique, different, dan champion di tengah persaingan global yang semakin ketat,”