Satu tim dari Universitas Muhammadiyah Surakarta mengikuti kompetisi World Econo Move, sebuah ajang kompetisi mobil listrik di Jepang. Berangkat pada tanggal 2 Mei 2018, Ababil Team Car—tim mobil listrik di bawah komunitas Electric Car Research Center (ECRC)—yang didalamnya terdapat tiga program studi, yaitu Teknik Industri, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin, didampingi dengan Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta, memulai mewujudkan mimpi untuk berkompetisi di ajang internasional mewakili Indonesia.

Tiga program studi ini fokus pada bidangnya masing-masing dalam pembuatan maupun proses kompetisi mobil listrik. Teknik Industri, fokus pada bidang ergonomi pada ruang kemudi; Teknik Elektro fokus pada bidang elektrik; dan Teknik Mesin fokus pada bidang mekanis. Kesemuanya berkolaborasi sehingga menghasilkan mobil listrik yang berbahan bakar battery lithium ion. Proses pembuatan mobil, mulai dari body, chassis, mekanis, elektrik, dan desain ergonomis mobil berlangsung selama kurang lebih empat bulan sebelum kompetisi berlangsung.

Diselenggarakan oleh pemerintah wilayah Akita, Jepang, berkolaborasi dengan sebuah perusahaan battery besar, Furukawa Battery, World Econo Move berlangsung selama dua hari, terhitung pada tanggal 4 hingga 5 Mei 2018.

Hari pertama, yaitu pada tanggal 04 Mei 2018, dilakukan inspeksi terhadap seluruh mobil. Termasuk pengecekan apakah mobil sudah siap untuk race pada hari berikutnya atau tidak.

Hari kedua, yaitu pada tanggal 05 Mei 2018, adalah hari H race berlangsung.

Meskipun belum bisa membawa pulang kejuaraan, namun semangat untuk terus maju dan berani berkompetisi selalu ada dalam jiwa mahasiswa/mahasiswi Fakultas Teknik, dan Teknik Industri, khususnya.